Make your own free website on Tripod.com

Click Here To Enter Over 3,000 Adult Pay Sites

Harap pembaca click banner playwithme setiap kali memasuki
site ini supaya kami dapat membeli space yang lebih besar. Terima kasih.

Linnku Sayang

Written by Bob
© Copyright #Sexmelayu® On The Web 1998

WE NEED MORE NEW STORIES... SO PLEASE SEND US YOURS!

BIODATA AKU : BOB THE JAZZMAN
BERUSIA 28 TAHUN
KEDIAMAN : KUANTAN/PEKAN
BERTUGAS SEBAGAI MEKANIK
KEGEMARAN BIASALAH ...... MEMBAHAM CIPAP REMAJA/JANDA
MANGSA SELAMA INI : =/- 8 ORANG

BIODATA Linn : NOR????
BERUSIA 16 TAHUN
KEDIAMAN : PEKAN
MASIH MENUNTUT (JIRAN AKU DAH...)
ANAK ORANG KAYA
KEGEMARAN : BERBOGEL DIDEPANKU, MERATAH BUTUHKU, TENGOK FILM BLUE
JANTAN SEBELUM INI : 2 ORANG (KATANYA TAPI MASIH DARA BANG......)

Sememangnya aku meminati Linn, gadis sebelah rumahku, bahkan semenjak dia mula dewasa, hatiku sering berdebar-debar melihatnya. Tubuhnya yang gebu serta kulitnya yang putih melepak sering membangkitkan nafsuku. Aku pernah melihatnya berbogel dulu tapi waktu itu dia masih gadis kecil, tiada yang memberangsangkan. Tapi sejak akhir-akhir ini, golekan punggungnya, paparan buah dadanya yang bidang serta keputihan pehanya membuat nafsuku membuak-buak.

Scene 1

Aku tak tahan hanya dengan mengambarkan dia berbogel tanpa pakaian, aku harus menatap tubuh itu dengan mata ku sendiri. Lama aku menahan perasaan ini hingga pada suatu hari aku memberanikan diri untuk mengintai Linn sewaktu dia mandi dirumahnya. Sememangnya aku bebas keluar masuk rumah itu kerana kami berjiran sejak lama. Linn sering keseorangan dirumahnya. Papa dan mamanya berkerja disiang hari. Aku tahu pintu bilik mandi itu terdapat ruang untuk ku intai semasa dia membasahkan tubuhnya. Tentu aku dapat menikmati tubuh itu biarpun sekejap waktu. Aku mahu melihat sendiri bagaimana tubuh seksi seorang gadis yang masih dara.

Dengan debaran yang tak terhingga ku gagahi hati ku untuk mengintai dia mandi. Alangkah terkejutnya aku bila melihat Linn yang dulunya hanya gadis kecil kini sudah menjadi wanita dewasa. Buah dadanya kecil namun nampak tegap dan pejal, puntingnya berwarna merah jingga, perutnya kempes ditumbuhi roma-roma halus, peha dan betisnya panjang, punggungnya tegang putih melepak dan cipapnya besar dan meninggi ditumbuhi bulu-bulu halus yang mengeramkan. Dia mengosok-gosok tubuhnya disegenap bahagian, meraba-raba buah dadanya sendiri dan mengusap-usap cipapnya dengan sabun. Buih-buih sabun menyelimuti bahagian tubuh Linn. Aku bayangkan bahawa tangan akulah yang melakukan semuanya untuk Linn, merasai segenap penjuru tubuh Linn. Bertapa selama ini bilik air ini sajalah yang bertuah dapat menikmati keindahan tubuhnya setiap kali dia mandi.

Aku pasrah lalu mulai saat itulah hatiku rebah didadanya. Setiap kali aku memandangnya, ingatanku pada tubuh gebunya semasa mandi menjadi mainan fikiranku. Aku tak lena tidur, siang dan malam ingatanku terbayang susuk tubuh Linn yang menegakkan butuhku. Aku tahu Linn juga faham dengan keadaanku. Ada ketikanya dia sengaja membangkitkan nafsuku dengan hanya bertuala mandi didepanku, dan bila tiada orang melihat, dia akan datang berbual denganku dengan hanya berpejama, selalunya dia akan duduk betul-betul didepanku. Dia akan melegakan ruang bajunya agar menampakkan teteknya sambil kakinya dibukakan luas-luas menampakan cipapnya yang besar. Aku rimas tapi hanya meneruskan perbualanku walaupun jelas mataku tak dapat lari dari memerhati kilauan bulu cipap Linn, dia pula akan tersenyum dan sesekali tunduk kedepan seperti meminta aku menatap buah dadanya yang pejal itu. Sesekali dia akan mengangkat kakinya agar mataku akan puas melihat bertapa merah dan sedapnya cipap dicelah kangkangnya itu. Begitulah setiap kali jika tiada orang di rumah. Kalau ikutkan rasa, masa itu juga Linn ku ratah-ratah rakus.

Scene 2

Lama hatiku meronta-ronta untuk membelainya jika diberi peluang namun masa tidak mengizinkan. Suatu hari Linn tak dapat mandi dirumahnya kerana air tangkinya busuk dimasuki kucing yang mati termakan racun. Waktu itu aku dirumah sedang berkhayal tentang dirinya. Tiba-tiba saja pintu rumahku diketuk, apabila dibuka, berdiri Linn dengan t-shirt nipis dan bertuala mandi. Dia meminta izinku untuk menumpang mandi. Wajahnya agak pucat dan tuturnya agak gementar. Dia tahu sesuatu tak diduga akan berlaku nanti, sesuatu yang dia sering khayalkan dengan bersamaku. Aku menganjurkan dia masuk dan membawanya kebilik mandi. 'Linn… Bob nak numpang mandi dengan Linn bolek tak?, tanyaku pendek dan bersahaja. Manalah tau takut-takut nanti permintaanku dimarahinya. "Buat apa….. Linn malulah!" jawab Linn sambil membetulkan tuala yang dipakainya. "Alah…bolehlah….Bob saja nak temankan Linn". Linn ku pimpin ke bilik mandi dan dia tidak menolak. Pintu bilik mandi perlahan ku tutup, dia hanya diam berdiri kaku, barangkali terkejut dengan tindakanku.

T-shirtnya ku tanggalkan, terpampang dimataku sepasang buah dada pejal yang lama ku rindukan. Tuala mandinya kemudian aku bukakan perlahan-lahan, menampakkan cipap besarnya yang berbulu halus menawan. Air dipancuran ku bukakan, air dibutuh rasa nak meleleh, lalu dia ku mandikan seperti memandikan anak kecil. Badan gebunya kusabunkan, ku usap dan bebelai. Buih-buih sabun mula menjalar keseluruh tubuh Linn, kebuah dadanya terus menjunam ke cipap besarnya. Aku sudah tak tahan lagi melihat segalanya didepanku, punggung putihnya yang menegak, cipap berbulu halusnya yang meminta untuk dicium. Aku memeluknya daripada belakang, ternyata butuhku sudah lama bangkit, terpacak diantara lurah punggungnya yang panas. Tangan kananku meramas buah dadanya sementara tangan kiriku menyusup membelai-belai bulu cipapnya. Aku dengar nafas Linn semakin kencang walaupun dia hanya terus dengan mandiannya.

Kemudian aku memalingkan Linn berhadapan denganku lalu aku tunduk dan mencium buah dadanya dengan penuh gairah, sambil menghisap puntingnya yang merah. Aku yakin Linn sedap dengan perbuatan ku kerana badannya bergerak kekiri dan kekanan seiring dengan ciuman ku pada buah dadanya. Tanpa membuang masa, aku terus melutut, didepan wajahku terpampang cipap seorang gadis yang masih dara, segar dan bermaya. Bulu-bulu cipapnya yang halus itu ku lurutkan dengan bibirku, jariku lalu membelek bibir cipapnya yang merah, menampakan lubang cipap yang sempit. Air dari pancuran lalu membasahi cipap yang sudah segar, lalu tanpa berlengah aku jilat bibir cipapnya sambil kedua-dua tangan ku meramas punggungnya. Aku terus mengisap kelentitnya sambil jari telunjuk kananku ku masukkan kedalam lubang cipapnya. Ahh....bertapa ketatnya cipap Linn yang masih dara, walau dengan satu jari saja, dapat ku rasakan bertapa ketatnya cipap ini.

Aku terus menghisap kelentitnya dan menelan air cipap yang mengalir bersama air pancuran. Lazat sekali. Terdengar Linn mengerang halus, mengecapi kesedapan yang belum pernah dirasainya. Setelah puas menjilat cipap Linn, aku bangkit dan memeluknya erat, butuhku bersentuhan dengan cipapnya yang meminta untuk dimasuki. Aku alihkan tangan Linn agar menyentuh butuhku, dia turuti walaupun nampak gementar. Kepala Linn ku tundukan agar dia dapat menghisap butuhku, aku mahu rasakan bertapa sedapnya mulut dan bibir Linn menelan butuhku. Tapi Linn menolak kerana dia tidak tahu bagaimana caranya. Dia masih lagi perawan, masih gadis. Aku kemudian mengangkat sebelah kakinya, nampak cipapnya merah ternganga, meminta butuhku memasukinya tapi sayang, posisinya tak kena. Linn mengeluh kecewa. Cipap dara yang ketat itu memerlukan kedudukan yang sempurna untuk ditembusi. Tubuh Linn kemudiannya ku lapkan dan kusarongkan kembali bajunya. Aku menghantarnya pulang......

Seharian aku rasakan segalanya bagai mimpi. Aku bagaikan tak percaya imaginasiku selama ini akan menjadi kenyataan. Jika dulu aku hanya berkhayal bermandian dengannya, kini segalanya sudah terjadi tanpa ku duga. Aku masih tak puas dengan Linn, segala yang ku alami ingin ku tempuhi lagi. Linn kita amat mermakna dalam hidupku, aku harus berusaha untuk mengecapi nikmat sek bersamanya. Aku teringat pada cipapnya yang merah meminta untuk dimasukkan butuhku dalam-dalam. Aku tak tahan.....

© Copyright #Sexmelayu® On The Web 1998
Visit our IRC channel on undernet servers.

Harap pembaca click banner playwithme setiap kali memasuki
site ini supaya kami dapat membeli space yang lebih besar. Terima kasih.


Click Here To Enter Over 3,000 Adult Pay Sites


Click disini utk mendapatkan sextoys anda