
Harap pembaca click banner playwithme setiap kali memasuki site ini supaya kami dapat membeli space yang lebih besar. Terima kasih.
Ramai geng contact aku minta habiskan citer... sorry ma... aku out
station kat JB...aku ingat nak contact budak UTM tu, tapi dia tak bagi no. phone dia...wellll ader citer menarik dari JB.... nanti la lain kali
geng, kay. citer dulu....
Aku tersenyum lebar, sambil perlahan mengucup lembut keningnya. Dan
dengan perlahan juga Ayu menggulingkan tubuh montok seksinya yang putih
mulus ke atas menaiki tubuhku, Kedua pahanya dibuka lebar sementara
bukit cipapnya yang empuk terasa empuk menekan batangku yang sudah
sangat keras.
Ayu mengangkat punggungnya keatas, kedua belah pahanya yg putih
kelihatan begitu seksi dan padat. Dengan lembut Ayu menggenggam dan
meramas batangku ... lalu diarahkan ke alur cipapnya ... Oooohhh ...
aku mendesah.... sambil menundukkan wajah yang membuatkan rambut panjang nya
terurai indah, kulihat Ayu mengarahkan batangku ke pintu cipapnya lalu dengan perlahan punggungnya diturunkan. Ooooggghhhhh .... Aahhhhh ... aku mengerang nikmat bila kepala batangku perlahan-lahan menusuk mulut alur cipapnya.
Pekikku semakin keras menahan rasa nikmat yg luarbiasa bila kepala
batangku mula memasuki liang cipapnya yang ketat. Aaahh... di situ
kurasakan dinding cipapnya seolah sudah mengemut kuat dan kepala
batangku seolah diramas-ramas membuatkannya berdenyut-denyut
kesedapan. Ayu melepaskan tangan kanannya dari batangku , kini kedua tangannya diletakkan di atas dadaku sambil setengah membongkok. Ia kini
memandangku dengan senyuman manisnya.Bibirnya yang ranum merekah indah.
" Macamana ……… Zack.....", bisik Ayu padaku.
" I ...iiyaaa Yuuuuuu...", sahutku gementar menahan rasa nikmat.
Lalu dengan perlahan-lahan Ayu mula menurunkan punggungnya ke bawah
lagi sambil memejamkan mata. Namun mulutnya yang indah itu tersenyum seolah
ikut menikmati apa yg sedang kurasakan sekarang.
" Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhgghhh ..." erangku kesedapan bila liang cipapnya
yang sempit itu sedikit demi sedikit, perlahan-lahan terus
menenggelamkan batangku. Dengan sekuat tenaga Ayu terus berusaha
menenggelamkan seluruh batangku ini.
" Mmmmmm .....aahhhhh ......mmmm", Ayu hanya mendesah dan merintih
kecil bila batangku dengan perlahan hampir seluruhnya tenggelam kedalam
cipapnya. Hanya tinggal setengah inci saja kulihat batangku yang masih diluar liang cipapnya.
"Ooooowwwww ....."
" Aaaaaghghghhhh ...."
Kami berdua mengerang kenikmatan. Kurasakan dnding cipap Ayu yang
hangat dan licin itu seolah memicit-micit mesra dan menghisap lembut.
" MMmmmmmm .... Bagaimana sayang ....", bisik Ayu perlahan sambil
memandangku mesra sekali.
" Aahhhhhhhhghghg ....Heebattt Ayuuu ...", sahutku gementar.
Kedua pahanya yang halus kini mengepit pinggangku mesra, sementara
punggungnya menempel kelangkanganku dengan ketat.
Dengan perlahan Ayu mula menggoyangkan punggungnya naik turun
perlahan-lahan ... menggeselkan dinding cipapnya yang sempit dengan
batang yang sudah amat keras
" Uuuhh ......uhhhh .....uhhhh....", Ayu merintih-rintih kecil bila
setiap kali punggungnya bergerak turun memasukkan kembali batang yang
besar dan tegang kedalam liang cipapnya. Wajahnya yang cantik bergoyang
lembut. Kedua matanya dipejamkan rapat. Kedua buah dadanya yang besar
terayun begitu indah. Kedua tangannya yang menahan dan menekan lembut
dadaku sesekali menghentak-hentak perlahan.
" Oohhhhhhhaahhh ....hahahhgghhhhhh .....", Batangku seakan dikemut,
dikepit, disedut dan digenggam oleh liang cipapnya.
" Ayuuu ...aaaggghhhh .... Aaahahhhgghhhh .....", erangku berulangkali
kesedapan. Kedua tanganku berusaha menahan laju turun naik punggungnya.
Aku tak sanggup menahan rasa nikmat sex yang luarbiasa itu, air
nikmatku langsung mengalir mendesak-desak hendak memancutt keluar. Ayu terus
bergerak turun naik menggoyangkan punggungnya menggeselkan batangku
kedalam liang cipapnya.
" Uuuuhhh uhhhhh.... Uuuuuhhh..... uuuuuu...hhhh.... uuuhhhhh....",
erangnya berulangkali menikmati geselan cipapnya..
Aaaaaaaaahahhhhahhaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ..............", aku
mengerang panjang sambil sejenak menahan napas untuk menghambat agar
air maniku tidak sampai memancutt keluar....
" Uuuuuuuuuh ... U nak keluar sayang ......", bisik Ayu manja.
" Iyyaaa ... Yuu ...", sahutku pantas .....
Ooooh .... Aku benar-benar tak tahan lagi ...
Ayu terus menggoyang punggungnya semakin cepat turun naik, kurasakan
dinding cipapnya seolah mengemut dua kali lebih hebat, batangku seolah
diramas hebat. Oooohhh ... akhirnya aku menyerah kalah ... aku tak mampu menahan desakan air maniku. Kuramas kemas keduabelah buah dada Ayu yang besar dengan kedua jemari tanganku. Aku menggeram keras dan melepas puncak
kenikmatan sex.........
Aaaaaaaaaaggggggghhhhghghhgaaaahhhh....
Teriakku nikmat ... saat dengan hebatnya air maniku memancut keluar
dengan tembakan yang keras dan kuat ... ..... kedalam cipap Ayu yang
sempit licin dan hangat.
" Uuuuuu ..... mmmm .....uuuuu ....... Mmmm .... ..oowwww .... ... uuuu", desahnya lembut saat air maniku kutembakkan berulang kali dengan
sepenuh rasa nikmat kedalam liang cipapnya. Jiwaku seakan terbang
melayang jauh keatas awan .... Begitu tinggi ... terasa begitu
nikmatnya.... Oooohhhhh .... Tubuhku seakan menggelepar direjam kenikmatan yang tak terkira.
Crraaat .... Crruuttttt .....crraaaaaaaaaaaattttttttt
...........creeetttttt ......
Aku masih terlena diawan kenikmatan menikmati sisa-sisa pancutan air
maniku yg masih tersembur keluar didalam liang cipapnya. Ayu terus
menggenjut punggungnya turun naik dengan cepat meluluh batangku,
menghisap seluruh air yang ada di dalamnya.
Aku membuka mata kembali bila kurasakan Ayu menghentikan gerakan
punggung seksinya. Kini dia merebahkan tubuhnya yg berkeringat basah
diatas tubuhku, kedua buah dadanya menekan lunak dan terasa kenyal
didadaku. Batangku masih keras perkasa walau isinya sudah terpancut
habis ... kemutan liang cipapnya masih kurasakan begitu hebat ...
meramas batangku yang masih terbenam di situ.
" Mmmmmm ... bagaimana Zack .... Nikmat sayangg ...", bisiknya sambil
memandang manja kearahku.
" Ahhh ... U hebatt Ayu ....", sahutku lirih.
Mulutku kembali mengucup bibir ranumnya. Sejenak kami saling
berciuman
beradu bibir, saling mengulum dan mengucup ... begitu nikmat rasanya
bibir Ayu itu.
Ketika kucupan mesra itu berakhir, aku berbisik mesra padanya.
" Ayu ... U nak lagi ...? ", tanyaku.
" Apa itu Zack...?", tanyanya mesra. Bibir ranumnya kelihatan basah
habis kukucup dan kukulum tadi.
" U belum puas kan ...? ..",
" mmm Zack ... mmmm ... tapi I penat ler Zack ...", bisiknya sambil
mengenyit nakal
" Tapi I tak penat lagi…………...", bisikku nakal.
" Mmmm ... ", Ayu tak menjawab, namun matanya dipejamkan seolah
membayangkan apa yang akan aku lakukan.
Aku kembali bernafsu, batangku yang masih terbenam nikmat di dalam
liang cipapnya yang sempit jadi semakin keras dan rasanya bertambah
besar.
Aku memeluk pinggang Ayu yang ramping itu dengan erat. Dengan keadaan
masih berpelukan kupusingkan tubuh Ayu ke kiri, dan dengan batangku
masih terbenam dalam cipapnya kutindih tubuh yang seksi itu.
Terasa hangat dan halus kulit tubuhnya. Tambahan dengan batangku yang
masih mengeras terbenam dikemut liang cipapnya yang basah dan hangat.
Setiap gerakan menambahkan sensasi yang tak ingin terhapus sama sekali.
Sejenak kami terdiam saling berpandangan mesra.
Kemudian perlahan aku menundukkan muka dan kembali mengulum bibir ranum
Ayu dengan lembut. Ayu membalas ciumanku dengan hangatnya.
" Ohhh… Zack..pleaseee…....", bisiknya manja ditelingaku minta
dipuaskan. Aku tersenyum sekilas ke arahnya. Kukucup bibirnya sekali
lagi, lalu sambil saling berpandangan mesra, kutarik punggungku ke atas
secara perlahan mengeluarkan batangku dari dalam cipapnya sampai hampir
terkeluar, lalu dengan perlahan pula aku turunkan kembali punggungku
ke bawah membenamkan kembali batang sasaku ke dalam liang cipap sempitnya
yang seolah menyambut mesra dengan kemutan dan urutan-urutan lembut
penuh kenikmatan.
" Uuuuuuhhh .....". Ayu merintih halus kesedapan sambil tetap tersenyum
manis kepadaku. Kedua tangannya mengusap-usap mesra bontotku yang
mula bergerak turun naik.
" Uuuuuu hhhhhhh ......uuuuhhhhh ......uuuuuhhhhhhh.......", erang Ayu
setiap kali batangku kutarik keluar menggesel cipapnya yang sempit dan
licin. Air maniku yang keluar tadi seolah membantu melicinkan gerakan
batangku. Aku merasakan liang cipapnya itu seolah mengcengkam dan
menghisap kuat bila batangku kutarik keluar dan seperti meramas dan
mengemut lembut bila kubenamkan kembali ke dalamnya.
" Aaaaahhhgghghgh .....aaahhhhhggghhhhh .."
Aku kembali merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Dengan irama yang
teratur yang semakin lama semakin cepat, kuhunjam-hunjamkan batangku
keluar masuk liang cipap Ayu yang makin lama kurasakan juga makin
sempit dan semakin kuat mengemut mengcengkam batangku.
" Uuuuhhhhh .... Uuuhhhh ....uhhhhh ....uuuuuhhhhhh
.....uuuuuhhhhhh..."
Ayu mengerang semakin kuat, kedua matanya kini dipejam rapat menikmati
rejaman batangku yang semakin cepat….. .... menghunjam keluar masuk
cipapnya. Aku tahu Ayu sedang menuju puncak kenikmatannya untuk kali
yang ketiga. Kedua pahanya yang lembut yang dikepitkan lembut di
pinggangku sesekali dihentakkan kebawah sambil mengejang kuat menahan
kenikmatan. Wajahnya yg cantik kelihatan berkerut menahan rasa nikmat
pada liang cipapnya. Aku benar-benar puas melihatkan wajahnya yang
sedang didera sejuta kenikmatan yang kuciptakan di atas tubuhnya,
batangku yang sedang menghunjam kuat liang cipapnya itu juga mula
menunjukkan tanda-tanda hendak meletup. Namun karena ejakulasi yang
pertama tadi, maka rasa nikmat luarbiasa ini masih dapat kutahan lebih
lama.
" Aaaaahhhhh .....Ayu….nikmat sekali sayang ...", erangku nakal.
Ayu tak menjawab, hanya terus merintih berulangkali seiring dengan
goyangan naik turun punggungku yang semakin cepat.
" Uuuuuuuh .....hhh....uuu....hhhhh....uuuuhhhhhh......uuuhhhh.......",
rintihan Ayu semakin kuat.
Sambil menggigit bibir menahan nikmat, kuselitkan tanganku ke bawah
bontotnya yang bulat padat itu. Sambil meramas-ramas,
kuhunjam-hunjamkan batangku keluar masuk menggesel liang cipap Ayu secepat dan sekuat tenagaku. Kugoyangkan punggungku turun naik dengan cepat.
" Uuuuhhh ...uhhhh......uuuhhh.....uuuuhhhh .....
uuuhhhhhhhhh....uuuuuuuuuuuuhhh"
aku merasakan Ayu juga bertindak semakin liar, punggungnya turut
digoyangkan ke kiri dan ke kanan menikmati hunjaman demi hunjaman
batangku.
" Aarrghhhhhhh…..ahhh…….ahhhhhh......uuuhhh....hhhh....uuuuuuuuuuuuhhh"
Ayu mula menjerit kuat sambil menggeliat menghentak-hentakkan kedua
kakinya ke bawah melepas kenikmatan orgasmanya. Mulutnya terus
merintih,
memekik-mekik dan mengerang-erang dengan suara keras tanpa peduli
dengan keadaan sekeliling. Kubenamkan sedalam-dalamnya seluruh batangku
ke dalam liang cipapnya. Sebentar kemudian kuhentikan gerakan turun
naik
punggungku, kini kugerakkan sedikit memutar memutarkan batangku
dalamm
liang cipapnya dan kubiarkan Ayu merasakan seluruh sensasi kenikmatan
puncak orgasmenya yang luarbiasa. Aku rasakan liang cipapnya
mengemut-ngemut kuat batangku.
" Aaaaagghhhhhfff ......aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh"
Cairan lendir orgasmanya terasa menyembur lemah membasahi seluruh
permukaan batangku yang sedang terbenam didalamnya.
" Aaaaaaaaaawww................ aaaaaaaawwwwwwww ............
sssssshhhhhh .....
nnngggghhhhhh ...... ngnnnngggggghhhhhh .............",rintih Ayu
semakin kuat menahan kenikmatan.
Bontotnya terangkat-angkat ke atas menekan batangku yang sedang
dibenamkan sedalam-dalamnya ke dalam liang cipapnya. Kedua tangan Ayu
mencengkam kuat bontotku. Kuku-kukunya mencengkam kedua bontotku.
Terasa
sakit, namun aku tak peduli, kubiarkan Ayu menikmati sepuasnya
gelombang puncak orgasmanya yang panjang, kubiarkan otot-otot liang
cipapnya mengemut kuat batangku.
" Ooooooooouuuuhhhhhhhhhhhhhhhhh ...... uuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh
......nggghhhh..
, rintihnya kuat……….. berulangkali
Dalam lima ke sepuluh saat Ayu tenggelam dalam lautan kenikmatan
orgasmanya ... Ketika bontotnya kembali dihempaskan ke tilam
menandakan
orgasmanya mula berakhir, kembali kucium mesra mulutnya yg masih
merintih kesedapan sisa-sisa kenikmatannya, kugerakkan kembali
punggungku turun naik dengan amat perlahan.
" Oooouuuuhhhhhhhh ......". Aku mendesah nikmat merasakan kemutan liang
cipapnya yang masih ketat selepas orgasma, mmmm .... Cairan lendirnya
yang keluar membasahi batangku terasa begitu licin dan hangat.....
Uuuh.. kupejamkan kedua mataku menikmati liang kenikmatan miliknya ....
berulang kali, naik turun secara perlahan dengan rentak yang semakin
lama semakin cepat.Setiap kali batangku yang kutarik keluar hendak
kubenamkam kembali ke dalam liang cipapnya, Ayu menggoyangkan
punggungnya dengan manja ke kiri atau ke kanan, membuatkan sensasi yang
begitu mengasyikan.
Air maniku semakin deras mengalir dan mendesak-desak dileher kepala
batangku yang tersepit nikmat dalam liang cipapnya
Aaaaahhhhhhgghhghhghghggghhghhghhghghghhghhhhhhhhggggg ........". Aku
mengerang keras bila kurasakan liang cipap Ayu mengemut-ngemut hebat,
seakan meramas-ramas, mengurut-urut dan mengentel seluruh batangku yang
sedang meregang menahan kenikmatan.
Dan ...aaahhghhghh ... aku tak kuat lagi dan menyerah ...
"OOOhhhhhhhhhh…oooohh.. ......"
Air maniku terpancut hebat didalam liang cipapnya yang hangat.
Kusembur-semburkan dengan nikmat sepenuh perasaan memenuhi liang
kenikmatannya.
"Ooowwww .... Mmm ...", Ayu mendesah lirih saat air maniku
menyembur-nyembur dengan kuat didalam liang cipapnya.
" Aaaahhhhahhhhhhh ..... Ayuuu ...", Kuhunjam-hunjamkan dengan penuh
nafsu batangku ke dalam cipapnya yang semakin licin penuh cairan lendir
orgasmanya bercampur air maniku. Ayu sesekali merintih kecil entah
kesakitan atau nikmat menerima hunjaman batangku yang bergerak liar
mengoyak liang cipapnya yang sempit.
" Oowwww .... Iiiiihhhh ..... ... Ngggnnhhhhh ... uuuuuu ...
Zackkk…c'monn ...", rintihnya sambil mencengkam bontotku yang bergerak
turun naik dengan cepat dan kuat.
" Aaahhhhhgghhg ... Ayuuu .... Sayanggghhhhh ...."
" Uuuuuuhhh ..... Zackkk.....nggnghhh ..... U masih hebatt sayaang
...", rintih Ayuu kelemasan.
Aku terbaring kelelahan di atas tubuh Ayu. Batangku masih terbenam
didalam liang cipapnya yang basah. Kemutan kecil yang hangat liang
cipapnya itu masih terasa nikmat, seakan mengurut-urut lembut. Kami
saling berpelukan mesra, menikmati keindahan akhir yang terasa. Kedua
buah dadanya yang besar montok menekan lembut dadaku yang bidang. Mulut
kami bercumbu hangat saling bertukar lidah seolah saling menukar
kenikmatan.
Aku menghabiskan malam, dan sampai keesokan harinya dengan Ayu. Setiap
saat tak mungkin dibiarkan. Mungkin sebab itu untuk kali terakhir ?
Aku tak pasti.......
Untuk Ayu...hey...kalau tak puas ngan laki u...u know where i
am...zack_xxx@hotmail.com
© Copyright #Sexmelayu® On The Web 1998
Visit our IRC channel on undernet servers.